-
Kapolsek Pamulang AKP. HERU PURNOMO, SH didalam apel unit di halaman upacara Polsek Metro Pamulang pada hari senin (30/03) mengungkapkan kesiapan pengamanan Pemilu 2009 khususnya di wilayah Polsek Pamulang,
kapolsek dalam kesempatan tersebut memberikan dorongan kepada anggotanya dalam menghadapi pemilu yang tinggal menghitung beberapa hari lagi dan menyampaikan perlunya kewaspadaan terhadap kantong-kantong masa yang akan mengikuti kampanye terbuka di luar Wilayah Pamulang, serta peningkatan kewaspadaan terhadap kerawanan yang berdampak pada gangguan Kamtibmas.
Berikut adalah data yang terdapat di polsek pamulang yang digunakan sebagai data awal pengamanan wilayah menjelang pemilu 2009 khususnya di wilayah Pamulang : -
Pada hari selasa tanggal 24 maret 2009 jam 14.45 Wib sampai 18.00 Wib di kantor Kecamatan Pamulang Jl. Siliwangi Kec. Pamulang Barat, Kec. Pamulang telah berlangsung pendistribusian Surat Suara DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten dari KPUD ke PPK Kecamatan Pamulang.
Surat suara tersebut diterima oleh ketua PPK Drs. KUSMAN, hadir juga dalam desempatan tersebut PANWASCAM FAKHRI, SH.MH dan Drs. H. BUDI SARONO, surat suara di bawa dengan menggunakan 3 (tiga) container yaitu : B-9761 OK, B 9547 OV, dan B 9240 AQ. -
Hari ini minggu tanggal 22 Maret 2009 terdapat Pendistribusian Kotak Suara yang digunakan pada Pemilu 2009 dari KPUD ke PPK Kecamatan Pamulang, selanjutnya kotak suara tersebut distribusikan ke masing masing Kelurahan di wilayah Kecamatan Pamulang,dengan rincian sebagai berikut :
PENDISTRIBUSIAN KOTAK SUARA DAN KERTAS SUARA DPD
NO
KELURAHAN
TPS
KOTAK SUARA
DPT
JUMLAH KERTAS SUARA
(DPT + 2 %)
1
Pamulang Barat
91
364
31.305
31.931
2
Pamulang Timur
56
224
19.288
19.674
3
Pondok Cabe Udik
36
144
12.928
12.167
4
Pondok Cabe Ilir
57
228
20.922
20.320
5
Bambu Apus
33
132
13.053
13.314
6
Kedaung
81
324
28.771
29.346
7
Benda Baru
71
384
22.298
22.744
8
Pondok Benda
75
300
24.513
25.003
Jumlah
500
2000
171.078
174.500
Penangung jawab dari pendistribusian tersebut adalah PPK Kecamatan Pamulang Bpk. Drs. Kusman dan didukung oleh masing masing PPS Kelurahan di wilayah Kecamatan Pamulang. -
Pada hari senin tanggal 16 maret 2009 jam 10.15 Wib sampai dengan 11.30 wib telah terjadi aksi unjuk rasa damai di depan kantor wali kota tangerag selatan Jl. Siliwangi Kel. Pamulang Barat, Kec. Pamulang yang dilaksanakan oleh IMATASI (katan Mahasiswa Tangerang Selatan)
koordinator aksi unjuk rasa adalah HENDRA (Mahasiswa Universitas Pamulang) dan IMRON (Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah) dengan jumlah masa sebanyak 25 orang masing masing perwakilan dari universitas UMJ, SEBI CIPUTAT, UNPAM, ITI dan UIN.
Aksi unjuk rasa dilakukan dengan cara berorasi yang disampaikan oleh korlap dari masing masing universitas didepan kantor wali kota Jl. Siliwangi Kel. Pamulang Barat dengan membawa sepanduk berjumlah 8 (delapan) buah yang bertuliskan sebagai berikut :
1. Menepati Janji.
2. Jangan sia-siakan hak pilihmu.
3. Damai pemili bersih dan Damai di kota tangerang selatan.
4. Menepati janji berbuat bukti.
5. Tolak Politik.
6. Ambil Duitnya Tolak Calegnya.
7. Tolak Ikut Berdasi Berkuasa.
8. Beda Pilihan Itu Biasa Bung.
Dalam aksinya peserta unjuk rasa membagikan selebaran yang berisi pernyataan sikap bahwa Ikatan Mahasiswa Tangerang Selatan (IMATAS) menyerukan kepada seluruh masyarakat khususnya wilayah kota Tangerang Selatan untuk :- Menjaga keamanan dan ketertiban di kota Tangerang Selatan selama kampanye dan pemilu berlangsung
- Hindari tindakan anarkis yang dapat memicu kekacauan dikota tangerang selatan .
- Mari gunakan hak pilih dengan bertanggaung jawab.
- Pilih anggota calon legislatif yang bersi dari korupsi, amanah, dan menjalankan serta menyuarakan aspirasi rakyat.
- Tolak politik uang dan polisi busuk.
ARYO TYASMORO (UMJ), ALMYCHAEL (SEBI CIPUTAT), HENDRA (SEBI CIPUTAT)
, AT THIN (Universita Pamulang), TAUFIQ (Iinstitut Teknologi Indonesia) , dan IMRON /BOIM (UIN CIPUTAT) . Perwakilan dari mahasiswa menyampaikan dukungannya terhadap terbentuknya Kota Tangerang Selatan dan perwakilan mahasiswa menyerahkan surat undangan Audensi tentang Pemilu 2009 kepada Drs. H. M. SALEH, MT (walikota tangerang selatan) waktu dan tempat audensi diserahkan terhadap walikota, perwakilan dari walikota tangerang selatan menerima surat undangan dan memnyampaikan ucapan terimakasih.
-
Pada tanggal 12 Maret 2009 di kediaman Bpk. NASIK Rt.01/Rw.02 No.38 Kel. Pondok Cabe Udik ,Kec. Pamulang telah terdapat seorang pekerja yang tertimbun tanah menapai setengahbadanya pada dasar sumur yang kedalamannya mencapai 8 meter, orang tersebut bernama EDI (45) warga Rt. 02/Rw.02 Kel. Pondok Cabe Udik yang pada waktu kejadian tersebut sedang bekerja menggali tanah guna pembetulan pompa air.
Korban di ketahui oleh NASIK (pemilik rumah) dalam keadaan lemas didalam sumur, akirnya bpk NASIK meminta tolong warga yang ada disekitar tempat tersebut, ALBERT yang merupakan anggota Kelompol Sadar Kamtibmas (KSK) Polsek Metro Pamulang yang pada saat tersebut mendengar kejadian langsung menghubungi Polsek Metro Pamulang, dalam waktu yang tidak lama patroli 4114 dari Polsek Pamulang datang di TKP dan membawa korban yang dalam keadaan lemas ke Rumah Sakit Bhakti Husada dan mendapat perawatan di UGD.
-
Pada tanggal 05 Maret 2009, telah terjadi Pencurian yang terjadi PT BIKA Kel. Pondok Cabe Udik, Kec. Pamulang, peristiwa tersebut diketahui pada jam 06.30 oleh Bp. HERMAN (pemegang kunci ruangan produksi) yang membuka gembok ruang reproduksi PT. BIKA dan terlihat pada ruang HRC (Ruangan pimpinan produk Bp. MARSEL) di bagian dindingnya mengalami kerusakan (dirusak) selanjutnya Bp. HERMAN pengecekan di ruangan produksi dan diketahui pada ruang PPIC yang tidak terkunci terlihat beberpa komputer telah hilang, selanjutnya Bp. HERMAN menghubungi Bp. MARSEL dan dilanjutkan temuannya kepada polsek metro pamulang.
Dari hasil pengecekan TKP oleh tim RESKRIM Polsek Metro Pamulang telah didapatkan keterangan awal bahwa pada ruang HRC tidak terdapat kehilangan kecuali dinding yang rusak dan ruangan yang berantakan sedangkan pada ruangan PPIC terdata kehilangan CPU komputer sebanyak 4 (empat) buah, monitor LCD sebanyak 5 (lima) buah, kiboard komputer sebanyak 6 (enam) buah, dan mouse sebanyak 6 (enam) buah. Pada instalasi kabel utama / kabel power mesin produksi diputus menggunakan benda tajam, gembok / kuci pitu utama tidak mengalami kerusakan, sebagian ruangan terdapat CCTV yang sudah tercopot bagian kabel konector / terputus, pada bagian atap ruang belakang produksi terdapat lubang yang berukuran ± 30 X 40 cm dengan ketinggian 6 meter dari tanah yang tepat dibawahnya terdapat sebuah rak yang terbuat dari dari bersi dengan ketinggin ±5 meter, tetapi terdapat kejangalan karena pada rak yang pada dasanya kotor berdebu tidak terdapat banyak bekas jejak kaki atau bekas telapak tangan.
Menurut Waka Polsek Metro Pamulang AKP. TATANG yang pada saat tersebut memimpin dalam pengecekan TKP menyatakan menyatakan bahwa kejadian ini dalam pengembangan polsek metro pamulang dan menyimpulkan sementara bahwa pelaku adalah orang dalam karena dari setiap gerakannya memperhitungkan CCTV dan diduga adanya motif tidak senang/kecewa terbukti dengan adanya pemotongan Selver Instalasi Kabel bagian produksi yang menyebabkan penghentian sementara kegiatan produksi.
Pada TKP ditemukan air minum yang ditinggal pelaku serta gunting pemotong besi yang diduga dipergunakan untuk memotong kabel Selver Instalasi kabel bagian produksi, selanjutnya alat tersebut dibawa ke Polsek Metro Pamulang guna sebagai langkah awal melakukan pengejaran terhadap pelaku. -
Pada hari senin tanggal 02 Maret 2009 jam 10.00 Wib, Polsek Metro Pamulang menerima pengaduan dari NONI HARTI CAHYANI (28) yang tinggal di komplek perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI) Blok A18 No.09 Rt. 06 / Rw. 04 Kel. Pamulang Timur, Kec. Pamulang yang mengadukan bahwa anaknya yang bernama NOBI ALVARDO (2) pada jam 09.30 Wib telah dibawa pergi pembantu yang bernama ROMLAH. Sebelum melakukan pengaduan ke Polsek Metro Pamulang NONI HARTI CAHYANI bersama suaminya BIMO BRAMONO (36) mencari keberadaan NOBI ALVARDO di sekitar rumahnya, kebingungan NONI dan BIMO bertambah setelah sebuah Handphone dan dompet tergeletak diatas kasur dengan uang yang berjumlah Rp. 1.200.000,00 tidak berada didalam dompet, selanjutnya NONI melakukan pelaporan di Polsek Metro Pamulang dan anggota Polsek Metro Pamulang yang dipimpin langsung kapolsek pamulang AKP. HERU PURNOMO melakukan pengecekan pada Tempat Kejadian Perkara (TKP), dari hasil pengecekan tersebut didapatkan bahwa pembantu rumah tangga tersebut mengaku bernama ROMLAH yang baru bekerja selama tiga jam dirumah NONI, pembatu tersebut merupakan orang yang baru dikenal NONI pada hari Minggu tanggal 01 Maret 2009 (sehari sebelum terjadinya aksi penculikan). Pada pertemuan pertamanya ROMLAH mengaku kepada NONI bahwa tinggal di RT. 01 / RW. 12 Kel. Pamulang Timur, Kec. Pamulang, ROMLAH membutuhkan kerjaan dan bersedia digaji dengan minim asalkan dapat berkerjaan, dengan berbagi alasan untuk menyakinkan akhirnya NONI memberikan pekerjaan untuk membatu dirumah NONI.Anggota Reskrim Polsek Metro Pamulang dipimpin oleh IPTU ANIS.S melakukan pelacakan terhadap kontrakan dan penempatan anggota Reskrim pada tempat tertentu, dari hasil sementar didapatkan bahwa ROMLAH baru dua minggu menempati rumah kontrakan kecil tanpa ada saudara, keterangan dari pemilik kontarakan menyatakan bahwa mengaku bernama ROMYATUN dan tidak menunjukkan identitas lengkap, selanjutnya Kapolsek Metro Pamulang AKP HERU PURNOMO meminta bantuan Polres Jakarta Selatan untuk melacak Hanphone dengan Nomor Ponsel : 081372875XXX (Handphone yang dibawa besaaman uang yang ada dikamar NONI) dan didapatkan titik koordinasi terakhir yaitu didaerah LIMO-DEPOK dengan bermodalkan keterangan tersebut team Reskrim dan Intelkam melakukan pengejaran. Pada saat melakukan pengejaran tersebut anggaota mendapatkan informasi bahwa di Polsek Limo terdapat penemuan anak yang diduga adalah anak hilang dengan ciri - ciri sesuai dengan NOBI ALVARDO (2) sehingga anggota Polsek Metro Pamulang yang pada waktu tersebut tidak jauh dari Polsek Limo melakukan pengecekan dan ternyata anak tesebut sesuai dengan foto yang dibawa anggota Polsek Metro Pamulang, sehingga dapat dipastikan anak tersebut adalah NOBI ALVARDO (2), selanjutnya pada pukul 17.00 Wib NOBI ALVARDO (2) tiba di Polsek Metro Pamulang dan disambut oleh NONI HARTI CAHYANI (28) bersama suaminya BIMO BRAMONO (36). link.com











